LENSA POTRET : AKURAT MENANGKAP CERITA DAN MOMEN

Rabu, 26 November 2025

Longsor dan Sungai Meluap di Tukka Tapteng, Puluhan Warga Mengungsi ke Gereja

Peristiwa tanah longsor dan luapan sungai kembali terjadi di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu, 22 November 2025.

Lokasi longsor berada di kawasan Pegunungan Aek Sipilit, tepatnya di Lingkungan 4 Malaka. Sementara luapan sungai terjadi di area wisata Permandian Pondok Bambu, Kelurahan Hutanabolon.
Kepala BPBD Tapteng, Rahman Husein, menjelaskan bahwa material longsor berupa kayu dan lumpur mengalir dari Aek Sipilit dan tertahan di sekitar Lingkungan 4 Malaka.

“Sampai saat ini pemukiman di hilir sungai masih aman, namun curah hujan belum berhenti,” ujar Rahman, Minggu (23/11/2025).

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk tetap siaga. Bila hujan deras terus berlanjut, warga disarankan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Petugas BPBD, Satpol PP Tapteng, dan Pemerintah Kecamatan Tukka terus memantau kondisi sungai baik di hulu maupun hilir, serta meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Tapteng, Nurjalilah, menegaskan bahwa ia telah menginstruksikan BPBD, camat, kepala desa, dan aparat desa untuk memberikan edukasi kepada warga terkait potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Menurutnya, masyarakat perlu diingatkan untuk waspada terhadap banjir, longsor, serta risiko kecelakaan di jalan raya akibat jalan licin atau adanya material yang terbawa banjir.

Camat Tukka, Muharman Aritonang, melaporkan bahwa air sungai di kawasan wisata Permandian Pondok Bambu meluap akibat derasnya hujan dari daerah hulu.

“Situasinya terus kami pantau. Rumah penduduk saat ini masih aman,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak kecamatan bersama BPBD, perangkat desa, kepala lingkungan, dan warga tetap berjaga untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Muharman juga melaporkan bahwa sejak Sabtu, 22 November 2025, sebanyak 8 kepala keluarga dengan total 50 jiwa di Lingkungan 4 Kelurahan Hutanabolon memilih bermalam di gereja karena khawatir adanya banjir pada malam hari.

“BPBD sudah mendirikan tenda di sekitar gereja serta membagikan selimut dan makanan bagi warga,” katanya. (mist/ts)

#siantar #simalungun #sumut #medan #danautoba #samosir #Deliserdang #tebingtinggi #binjai #asahan #toba #taput #tapsel #taput #toba #Madina #aceh #batubara #tebingtinggi #tokoh #madina #mandailing #riau #nias

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages

SoraTemplates

Best Free and Premium Blogger Templates Provider.

Buy This Template